Tulisan 4 Softskill #BAHASAINDONESIA1

-->
Tulisan selanjutnya ini saya kan membahas mengenai kronologi meninggalnya kakak saya tercinta. Alm Adi Firamsyah, dia lahir pada tanggal 26 September 1983. Dialah kakak saya tercinta yang menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 23 Desember 2006, profesi dia saat itu adalah Aktor. Dia meninggal karena mengalami kecelakaan saat itu dia sedang membawa Kawasaki Ninja ZX 7R. Tempat kejadian perkara tepatnya di tol dekat rumah sebut saja tol cikunir, dulunya tol itu belom dibuka resmi oleh pihak yang mengurusnya, oleh karena itu tol itu masih boleh dilewati kendaran roda dua. Kakak saya menabrak M Aski yang masih berumur 9 tahu, aski sedang mengendarai Supra Fit milik pamannya. Saya ga habis pikir kenapa anak yang belum berumur diizinkan oleh orangtuanya untuk mengendarai kendaraan roda dua. Saat itu sabtu sore menjelang ashar, sesaat sebelum kejadian berlangsung saya, mama, adik dan pembantu saya sedang berada dirumah kaka saya, karena kami disuruh oleh kaka saya untuk menunggunya pulang shooting, diapun sempat menelevon saya yang sedang asik memainkan playstation di kamar kaka sayam dia bilang “jangan pulang dulu ya, ka adi 10 menit lagi sampe rumah.” Lalu saya dan yang lain tetap menunggu tapi 15 menit kemudian saya dapat telvon dari seseorag yang mengabarkan bahwa kakak saya mengalami kecelakaan. Saya dan lainnya langsung panik dan menuju ke lokasi kejadian. Tiba di lokasi, lalu saya hanya bisa menyaksikan kalau kakak saya sudah terkulai lemah dengan luka dan berkucuran darah dan aski anak kecil yang menabrak sudah tewas ditempat. Karena berhubung tidak ada ambulance maka kaka saya dan aski  di larikan ke rumah sakit dengan menggunakan mobil bak, dan mamah saya pun ikut di mobil bak itu sedangkan saya di mobil pribadinya. Saya bisa lihat dari mobil kalau mamah saya udah menangis kejer dan kaka saya menahan sakit. Kami melewati jalanan kampun dan sempat salah rumah sakit, saya juga ga habis pikir oleh polisi kenapa mereka tega membuang-buang waktu melewati jalan kampung. Tiba dirumah sakit umum bekasi, mamah dan adik saya sudah pingsan maka dokter hanya bisa memberikan info melewati saya. Tidak lama kemudian kakak saya dikabarkan telah meninggal dunia oleh pihak dokter..........

Saya hanya bisa menangisi yang sudah pergi. Sangat amat menyakitkan menyaksikan sakaratul maut kakak tercinta dan dia meninggalkan saya untuk selamanya, dia orang yang paling saya sayangi dan paling mengerti saya. Tidak ada lagi tempat curhat. Tidak akan pernah ada yang menggantikan posisi kakak saya karena selain mamah, hanya dia satu-satunya yang paling berharga di hidup saya. Saya harus mengikhlaskannya walaupun berat karena tandanya Allah lebih sayang dengan kakak saya.. Saya sangat mencintainya seumur hidup saya...............  Tidur yang tenang ya kak disana.. I LOVE YOU SO MUCH, KAK ADI!

0 comments:

Posting Komentar

 
Theme Edited by Bekasi Cyber Community